LAMPUNG BARAT GS – PT Star Energy Geothermal (SEG) terus mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan prioritas di wilayah Air Hitam–Sekincau sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Perusahaan menyadari adanya perhatian masyarakat terhadap kondisi beberapa ruas jalan yang saat ini memerlukan penanganan. Untuk itu, SEG telah melakukan pemantauan lapangan, identifikasi kondisi jalan, serta pemetaan titik-titik prioritas yang membutuhkan perbaikan segera.
Sebagai langkah awal, perusahaan telah menyelesaikan perbaikan pada 11 titik jalan yang dinilai memerlukan penanganan prioritas. Titik-titik tersebut berada di Km 4+450, Km 4+550, Km 4+650, Km 4+900, Km 5+350, Km 5+900, Km 7+250, Km 7+450, Km 8+000, Km 8+550, dan Km 8+650.
Selain itu, sebanyak 19 titik lainnya telah masuk dalam program perbaikan tahap berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Lokasi yang akan ditangani mencakup sejumlah ruas jalan mulai dari Km 1+150 hingga Km 7+750.
Project Manager Proyek Sekincau PT Star Energy Geothermal, Asiawan Hanindito, mengatakan kegiatan perbaikan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan.
“Tim kami terus melakukan pemantauan kondisi jalan secara berkala untuk memastikan titik-titik yang membutuhkan penanganan dapat segera diperbaiki. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang kami lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan tahap awal difokuskan untuk menjaga akses masyarakat tetap aman dan dapat dilalui dengan baik selama aktivitas proyek berlangsung. Di saat yang sama, perusahaan juga tengah menyiapkan program peningkatan kualitas jalan yang lebih komprehensif agar manfaat perbaikan dapat dirasakan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain perbaikan jalan, SEG juga menerapkan sejumlah langkah mitigasi guna meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan. Langkah tersebut meliputi pengaturan lalu lintas kendaraan proyek, pembatasan kecepatan kendaraan operasional, inspeksi kendaraan secara berkala, serta pengawasan terhadap muatan kendaraan yang beroperasi di area proyek.
Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication PT Star Energy Geothermal, Laksmi Prasvita, menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat dalam pelaksanaan program perbaikan jalan tersebut.
“Kami memahami bahwa jalan merupakan infrastruktur penting yang digunakan masyarakat setiap hari. Karena itu, kami terus melakukan langkah-langkah perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan,” kata Laksmi.
PT Star Energy Geothermal menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sebagai produsen energi panas bumi terbesar di Indonesia, SEG saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 910 MW melalui pembangkit listrik tenaga panas bumi di Wayang Windu, Salak, dan Darajat. Perusahaan yang merupakan bagian dari Barito Renewable Energy ini juga tengah mengembangkan proyek eksplorasi di Gunung Hamiding, Halmahera Utara, serta Sekincau Selatan, Lampung Barat, guna mendukung percepatan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.(*)





