TULANG BAWANG GS – Polemik terkait dana hibah untuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulang Bawang tahun anggaran 2024 kembali mencuat. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tulang Bawang, Tohir Alam, meminta penjelasan terkait penggunaan anggaran tersebut kepada kepala dinas yang menjabat pada 2024.
Diketahui, Dekranasda Kabupaten Tulang Bawang pada APBD Murni tahun anggaran 2024 menerima dana hibah dengan nilai kurang lebih Rp450 juta. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi kegiatan Dekranasda, termasuk mendukung promosi produk UMKM daerah.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Tohir Alam mengatakan dirinya tidak mengetahui secara detail terkait pengelolaan dana hibah tersebut. Menurutnya, pada 2024 dirinya belum menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM.
“Coba tanya Yusrizal, dia kan Kepala Dinas pada tahun 2024, lebih mengetahui terkait hibah tersebut. Kalau saya tidak mengetahui apa pun karena baru menjabat dan kemarin terdapat merger instansi, salah satunya di sini,” ujar Tohir.
Meski demikian, Tohir tidak membantah bahwa Dekranasda memang mendapatkan dana hibah dari pemerintah daerah.
“Contohnya di tahun ini sudah kami cairkan dana hibah Dekranasda untuk kegiatan di Jakarta dan Makassar. Selain itu, Dekranasda memang wajib mendapatkan dana hibah mengingat banyak event nasional dan daerah yang digelar. Jadi, anggaran hibah untuk Dekranasda ini memang ada setiap tahun dan peruntukannya untuk kegiatan Dekranasda Kabupaten Tulang Bawang,” jelasnya.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Yusrizal, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM yang menjabat pada 2024.
Saat dikonfirmasi, Yusrizal membenarkan adanya anggaran hibah untuk Dekranasda pada tahun anggaran 2024. Namun, ia menilai pihak dinas saat ini seharusnya dapat membuka kembali dokumen dan arsip terkait penggunaan anggaran tersebut.
“Kepala dinas pada tahun itu memang saya, tetapi berkas dan lainnya kan masih ada di kantor itu. Masa mereka tidak bisa menjelaskan ke mana saja peruntukan dana hibah tersebut?” ujar Yusrizal.
Yusrizal juga menanggapi pernyataan Tohir yang meminta dirinya menjelaskan penggunaan dana hibah Dekranasda tahun 2024.
“Saya kan sudah bukan kepala dinas di sana. Agak lucu Tohir ini sebenarnya, terkait ini saja mereka tidak tahu cara menjelaskannya. Jadi, untuk anggaran hibah Dekranasda tahun 2024 kemarin dengan anggaran sebesar empat ratus juta lebih itu diperuntukkan untuk kegiatan promosi UMKM yang ada di Kabupaten Tulang Bawang,” jelasnya.
Menurut Yusrizal, dirinya tidak lagi mengingat secara rinci seluruh penggunaan anggaran tersebut. Namun, menurutnya, dokumen pertanggungjawaban dan arsip kegiatan seharusnya masih tersimpan di Dinas Koperasi dan UMKM.
“Kalau perlu hibah-hibah yang lain juga minta penjelasan sama mereka. Jangan cuma hibah ini saja karena Dekranasda bersentuhan langsung dengan ibu,” pungkasnya.
Polemik tersebut kini menyisakan pertanyaan mengenai rincian penggunaan dana hibah Dekranasda Kabupaten Tulang Bawang tahun 2024 serta dokumen pertanggungjawaban atas anggaran yang telah direalisasikan.
Untuk memastikan penggunaan anggaran tersebut, diperlukan penjelasan dan keterbukaan dari pihak terkait berdasarkan dokumen APBD, dokumen pencairan, serta laporan pertanggungjawaban hibah. (Agus)





