TULANG BAWANG GS – Kepala Kampung Kagungan Rahayu, Marsito, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di media mengenai dugaan pembangunan jembatan senilai Rp70 juta. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Hal ini disampaikannya langsung saat ditemui di kantor Kampung Kagungan Rahayu pada 5 Mei 2025.
“Terkait pemberitaan itu, menurut saya kurang pas. Tapi kita kembalikan lagi kepada fakta yang sebenarnya,” ujar Marsito.
Marsito menjelaskan bahwa pada tahun 2024, tidak ada program pembangunan jembatan di kampungnya. Yang ada hanyalah kegiatan pembukaan jalan usaha tani (JUT) dengan lebar 6 meter, termasuk perbaikan gorong-gorong yang telah ada sebelumnya.
“Gorong-gorong itu bukan jembatan, lebarnya hanya 4 meter. Kami hanya menambahkan pondasi gorong-gorong tersebut. Pengerjaannya pun dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada alokasi anggaran sebesar Rp70 juta untuk pembangunan jembatan, seperti yang diberitakan.
“Semuanya sesuai dengan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (RAPBK) dan sudah dimonitor oleh pihak Inspektorat,” tambah Marsito.
Marsito mengatakan bahwa pihak kampung telah sepakat dengan Inspektorat untuk membenahi fasilitas tersebut. Namun, proses pengerjaan masih menunggu karena debit air yang masih tinggi.
“Material sudah kami siapkan di lokasi. Pelaksanaan nantinya akan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Marsito menyampaikan bahwa sebagai manusia tentu tidak luput dari kesalahan. Ia berharap masyarakat bisa terus memberi masukan dan turut serta dalam memantau pembangunan kampung.
“Saya mohon kepada masyarakat agar selalu berkoordinasi langsung dengan aparatur kampung dalam hal apa pun. Masukan dan pengawasan dari masyarakat sangat kami harapkan untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (Gus).





