OJK Lampung Dorong Mahasiswa Cerdas Berinvestasi, 923 Rekening Saham Dibuka di FEB Unila

BANDAR LAMPUNG GS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mendorong mahasiswa untuk memahami investasi secara cermat, rasional, dan sesuai dengan profil risiko. Edukasi tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional KSPM FAIR 2026 yang digelar bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila), Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 tersebut turut mencatat pembukaan sebanyak 923 rekening saham bagi mahasiswa baru FEB Unila.

Seminar nasional mengusung tema “Redefining Winning Investment in the Evolving Financial Landscape” sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pasar modal, perkembangan instrumen investasi, serta pentingnya pengelolaan risiko di tengah perubahan lanskap keuangan.

Kepala OJK Provinsi Lampung melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Lampung, Indah Puspitasari, menyampaikan apresiasi kepada panitia KSPM FEB Unila yang konsisten bersinergi dengan OJK Lampung dalam menyelenggarakan KSPM FAIR sebagai agenda tahunan berskala nasional.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi keuntungan, tetapi juga oleh pemahaman terhadap instrumen investasi, risiko, serta tujuan keuangan.

Pembukaan rekening saham menjadi salah satu bentuk perluasan akses mahasiswa terhadap pasar modal. Namun, akses tersebut perlu diiringi pemahaman yang memadai agar mahasiswa mampu menilai informasi, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab.

Literasi Keuangan Perlu Diiringi Perluasan Akses

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 92,76 persen, sedangkan indeks literasinya sebesar 62,72 persen.

Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan edukasi keuangan agar perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat.

Bagi generasi muda, peningkatan literasi keuangan semakin relevan seiring dengan kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital dan informasi investasi.

Mahasiswa diharapkan membangun kebiasaan memeriksa informasi dari sumber tepercaya, memahami karakteristik produk keuangan, serta menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.

OJK Ingatkan Generasi Muda Terapkan Prinsip 2L

OJK juga mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai pinjaman daring ilegal, investasi ilegal, serta penipuan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.

Sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan maupun mengambil keputusan investasi, masyarakat diimbau menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis.

Legal berarti memastikan penyedia produk atau layanan memiliki izin dari OJK atau otoritas yang berwenang sesuai bidangnya.

Sementara itu, Logis berarti mencermati kewajaran penawaran, termasuk manfaat, potensi keuntungan yang dijanjikan, serta risiko yang mungkin timbul.

Pemahaman tersebut penting agar keputusan keuangan tidak hanya didasarkan pada ajakan, tren, atau iming-iming keuntungan semata.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unila, Dr. Neli Alda, S.E., M.Si., yang mewakili Dekan FEB Unila, turut menekankan pentingnya memperbarui pengetahuan investasi dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan.

Mahasiswa juga didorong membiasakan diri menabung, mengelola pengeluaran sesuai kemampuan, serta aktif mencari informasi dan belajar secara mandiri agar mampu mengelola keuangan secara bijak.

KSPM FAIR 2026 Perkuat Edukasi Pasar Modal

Selain seminar nasional, KSPM FAIR 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain Brain Olympic Competition, StockLeague Competition, lomba esai, poster digital, tari modern, serta bazar UMKM yang mendukung penggunaan QRIS.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan pengalaman praktis di bidang pasar modal serta keuangan.

Melalui Bulan Inklusi Keuangan 2026, OJK Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, pelaku industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat, memahami risiko, serta mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

Penguatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu menilai pilihan secara kritis dan membangun kebiasaan keuangan yang sehat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *