Raih 22 Suara Senat, Dr. Budiyono Dinilai Layak Pimpin Unila

BANDAR LAMPUNG GS – Dr. Budiyono, S.H., M.H., dinilai sebagai sosok yang layak memimpin Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031. Penilaian tersebut didasarkan pada rekam jejak akademik, integritas, pengalaman kepemimpinan, serta dukungan dari internal kampus dan kalangan alumni.

Pandangan tersebut disampaikan Ardian Hasibuan, S.H., M.H., praktisi dan akademisi hukum, yang menilai Dr. Budiyono memiliki kombinasi kapasitas akademik, pengalaman birokrasi, serta visi strategis untuk membawa Unila menuju perguruan tinggi yang lebih maju dan berdaya saing.

Menurut Ardian, salah satu indikator kuat kelayakan Dr. Budiyono terlihat dalam tahapan penyaringan Senat Universitas Lampung pada 29 Oktober 2026.

Dalam tahapan tersebut, Dr. Budiyono disebut memperoleh suara terbanyak dengan 22 suara senat, mengungguli kandidat lainnya.

“Perolehan suara tersebut menjadi salah satu gambaran adanya dukungan dari internal kampus terhadap kapasitas dan kepemimpinan Dr. Budiyono,” ujarnya.

Selain dukungan senat, Ardian menilai latar belakang Dr. Budiyono sebagai alumni Fakultas Hukum Unila menjadi modal penting dalam memahami kondisi kampus.

Menurutnya, pengalaman sebagai bagian dari keluarga besar Unila memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan, kebutuhan, serta potensi yang dimiliki universitas.

“Sebagai alumni, beliau memiliki ikatan emosional dengan Unila sekaligus memahami bagaimana kampus ini harus berkembang untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi ke depan,” katanya.

Dorong Transformasi Unila Berdaya Saing Global

Ardian juga menyoroti visi transformasi Dr. Budiyono yang mengusung semangat Go Beyond Achievement.

Visi tersebut dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan Unila untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ardian, perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap Unila ke depan semakin terbuka terhadap kolaborasi dengan sektor industri, pertanian, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Lampung.

Dengan demikian, hasil penelitian dan inovasi kampus dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Unila di tingkat nasional maupun internasional.

“Unila harus mampu keluar dari kesan menara gading. Kampus harus hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan menghasilkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkap Ardian.

Pengalaman Hukum dan SPI Jadi Modal Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Ardian menilai latar belakang Dr. Budiyono sebagai pakar hukum serta pengalaman kepemimpinannya sebagai mantan Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila menjadi modal penting dalam membangun pemerintahan kampus yang transparan dan berintegritas.

Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi bekal dalam memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran, serta memastikan kebijakan universitas berjalan sesuai ketentuan.

Ia menilai kepemimpinan perguruan tinggi membutuhkan kemampuan menjaga keseimbangan antara pengembangan akademik, pengelolaan kelembagaan, dan penegakan prinsip tata kelola yang baik.

“Pengalaman di bidang hukum dan pengendalian internal menjadi nilai tambah. Unila membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga transparansi, memperkuat integritas, serta memastikan seluruh kebijakan dijalankan secara profesional,” ujarnya.

Rangkul Alumni dan Perkuat Kolaborasi

Ardian juga menilai kepemimpinan Dr. Budiyono memiliki peluang untuk memperkuat hubungan antara universitas dan alumni.

Menurutnya, alumni merupakan salah satu kekuatan strategis yang dapat membantu pengembangan kampus melalui jaringan profesional, kerja sama, dukungan keilmuan, serta kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Ia berharap hubungan tersebut dapat dibangun secara lebih terbuka dan berkelanjutan sehingga alumni tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kampus, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kemajuan Unila.

Dengan dukungan internal, pengalaman kepemimpinan, latar belakang akademik, serta visi transformasi yang dimiliki, Ardian menilai Dr. Budiyono merupakan salah satu figur yang memiliki kapasitas kuat untuk membawa Unila memasuki era baru.

“Unila membutuhkan pemimpin yang memiliki visi jelas, integritas, mampu merangkul seluruh elemen kampus, serta menjadikan universitas semakin unggul dan berdampak bagi masyarakat,” tutup Ardian.

Ia berharap proses pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031 dapat berlangsung secara demokratis, transparan, dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi kemajuan Universitas Lampung.

Bandar Lampung, 1 November 2026

Oleh: Ardian Hasibuan, S.H., M.H.
Praktisi dan Akademisi Hukum

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *