Proyek Onderlagh CV Gagah Perkasa di Menggala Jadi Sorotan

TULANG BAWANG GS – Pekerjaan pembangunan jalan lingkungan berupa jalan onderlagh di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis. Kondisi tersebut menjadi sorotan masyarakat yang meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Gagah Perkasa Konstruksi.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah bagian pekerjaan disebut memiliki susunan batu yang dinilai tidak sesuai ketentuan teknis. Warga juga menyoroti ketebalan lapisan pasir sebagai dasar pemasangan batu serta keberadaan batu pengunci pada sisi kiri dan kanan jalan.

Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja bernama Agus mengatakan bahwa ketebalan lapisan pasir yang digunakan sekitar 3 hingga 4 sentimeter.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena masyarakat menduga ketebalan lapisan pasir tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang seharusnya. Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya pengurangan volume maupun pelanggaran terhadap kontrak, diperlukan pemeriksaan teknis dan dokumen pekerjaan oleh instansi yang berwenang.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya meminta agar pelaksanaan pekerjaan onderlagh mengacu pada Rencana Umum Pengadaan (RUP), dokumen kontrak, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Kalau memang tidak sesuai dengan spesifikasi dan hasil pemeriksaan menyatakan ada kesalahan pekerjaan, kami berharap dilakukan perbaikan atau pembongkaran pada bagian yang tidak memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Warga juga menyoroti pemasangan sejumlah batu yang disebut dalam posisi tidur. Selain itu, pada beberapa titik disebut tidak terlihat adanya lapisan pasir yang memadai maupun batu pengunci di bagian tepi jalan.

Menurut warga, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan dan daya tahan jalan apabila tidak segera diperbaiki.

Masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tersebut, termasuk mengukur ketebalan lapisan, memeriksa susunan batu, serta mencocokkannya dengan spesifikasi teknis dan volume yang tercantum dalam kontrak.

Warga juga meminta Komisi III DPRD Kabupaten Tulang Bawang yang memiliki fungsi pengawasan untuk turun ke lapangan guna melihat secara langsung kondisi pekerjaan.

Selain itu, masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) turut melakukan pengawasan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut, terlebih lokasi pekerjaan disebut berada di sekitar belakang Kantor Kejaksaan Negeri Tulang Bawang.

Secara umum, pekerjaan jalan telford/onderlagh membutuhkan penyusunan batu pokok yang kuat dan saling mengunci, lapisan pasir sesuai spesifikasi, serta penguncian pada bagian tepi agar konstruksi memiliki kestabilan.

Namun, untuk menentukan apakah pekerjaan di Kecamatan Menggala tersebut benar-benar tidak memenuhi standar teknis, diperlukan pemeriksaan lapangan oleh tenaga teknis serta pencocokan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi pekerjaan.

Hingga berita ini ditulis, pihak CV Gagah Perkasa Konstruksi maupun Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang belum memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.

Konfirmasi dari pihak pelaksana dan instansi terkait penting untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, volume pekerjaan, serta hasil pengawasan terhadap proyek tersebut. (Agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *