Dua Pelajar SMP di Jatiagung Terlibat Perkelahian, Puluhan Siswa Hanya Menonton

LAMPUNG SELATAN GS – Aksi perkelahian antar pelajar kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terlibat duel di luar lingkungan sekolah. Ironisnya, perkelahian tersebut justru disaksikan puluhan siswa lain tanpa ada upaya melerai.

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 15 detik yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pelajar yang disebut berasal dari SMP Negeri 1 Jatiagung saling adu pukul dengan tangan kosong di area kebun sawit.

Alih-alih menghentikan perkelahian, sejumlah siswa yang berada di lokasi justru menonton dan merekam kejadian tersebut.
Saat dikonfirmasi pada Jumat, 9 Januari 2026, pihak SMP Negeri 1 Jatiagung mengaku belum mengetahui adanya peristiwa tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Hesti, mengatakan pihak sekolah belum menerima laporan resmi dari orang tua maupun wali murid.

“Kami tidak mengetahui kejadian itu, kapan dan di mana terjadinya. Sampai sekarang belum ada orang tua siswa yang datang ke sekolah untuk melapor,” ujar Hesti.
Ia menegaskan, pihak sekolah siap memfasilitasi penyelesaian apabila ada laporan resmi.

“Jika orang tua meminta bantuan untuk diselesaikan, silakan datang ke sekolah,” katanya.

Hingga kini, penyebab perkelahian belum diketahui secara pasti. Pihak sekolah juga mengimbau para siswa agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan serta segera melapor kepada guru atau orang tua jika menghadapi masalah.

Sebagai informasi, tindakan kekerasan terhadap anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76C yang melarang segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Selain itu, penyebaran video kekerasan dapat dijerat ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *