BANDAR LAMPUNG GS – Universitas Bandar Lampung (UBL) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan meluluskan tujuh Doktor Manajemen untuk pertama kalinya sejak berdiri. Momen bersejarah tersebut berlangsung dalam prosesi Wisuda ke-76 Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Convention Hall Mahligai Agung, Kampus Pascasarjana UBL, Kamis (22/10/2026).
Dalam wisuda tersebut, UBL mengukuhkan sebanyak 539 lulusan yang terdiri atas 330 lulusan program sarjana, 202 lulusan program magister, dan tujuh lulusan program doktor.
Lahirnya tujuh doktor pertama ini menjadi babak baru perjalanan akademik UBL sekaligus memperkuat komitmen perguruan tinggi tersebut dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan daerah.
Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kelulusan tujuh Doktor Manajemen pertama bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bagian penting dari sejarah perkembangan institusi.
“Saudara bukan hanya menjadi lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah Universitas Bandar Lampung,” ujar Yusuf.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan pada jenjang doktoral membawa tanggung jawab intelektual dan moral yang lebih besar. Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman keilmuan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan baru, membangun pemikiran kritis, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Gelar Doktor membawa tanggung jawab untuk menjaga integritas keilmuan, menghasilkan pemikiran baru, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi terhadap persoalan organisasi, masyarakat, daerah, dan bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan doktoral tidak semestinya berhenti pada pencapaian gelar akademik. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan, hasil penelitian, dan kapasitas intelektual untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan organisasi, perkembangan teknologi, dinamika dunia usaha, serta tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Bagi UBL, lahirnya tujuh Doktor Manajemen pertama juga menjadi bagian dari transformasi kelembagaan dalam mewujudkan visi To Be a World Class Entrepreneurial University.
Visi tersebut menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, pencipta solusi, dan penghasil nilai tambah bagi masyarakat.
Yusuf menjelaskan, konsep entrepreneurial tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas kewirausahaan atau kemampuan membangun bisnis. Lebih dari itu, konsep tersebut mencakup kemampuan membaca peluang, mengambil inisiatif, menghadirkan inovasi, serta menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Karena itu, keberadaan lulusan doktor diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keilmuan yang produktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan profesi maupun organisasi masing-masing melalui penerapan ilmu pengetahuan, kepemimpinan yang kuat, serta pengambilan keputusan berbasis riset.
Prosesi Wisuda ke-76 UBL tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Administrasi Lampung (YAL), Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, bersama jajaran pengurus yayasan selaku badan hukum penyelenggara UBL.(*)





