Perempuan Spesialis, Dari Keahlian Jadi Kekuatan di Talk Show RRI Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG GS – RRI Pro 1 Bandar Lampung 90,9 FM menggelar talk show bertajuk “Perempuan Spesialis: Dari Keahlian Jadi Kekuatan” secara langsung dari Aula UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan perempuan-perempuan inspiratif dan disaksikan jajaran Kwarda Lampung.

Talk show yang dipandu presenter Fairuz Chairunnisa Azma ini menghadirkan Plt. Kepala UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, dr. Zam Zanariah Ibrahim, Sp.N., M.Kes., sebagai narasumber utama. Turut hadir sebagai pembicara Apt. Andini Wahyuningtiyas, S.Farm., apoteker sekaligus relawan kemanusiaan, serta Salwa Aulia, Miss Aesthetic Beauty Lampung. Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Bandar Lampung.

Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau yang akrab disapa Bathin Wulan, mengapresiasi kolaborasi siaran luar tersebut. Ia menegaskan bahwa UDD PMI tidak hanya berfungsi sebagai tempat donor darah, tetapi juga sebagai ruang edukasi kemanusiaan.

“Kehadiran para perempuan spesialis di UDD PMI hari ini membuktikan bahwa pengabdian bisa dilakukan di mana saja. PMI Lampung terus membuka ruang kolaborasi seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Zam Zanariah mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup. Ia menekankan tingginya kebutuhan darah di Lampung setiap hari.

“Setetes darah kita bisa menjadi nyawa bagi orang lain. Pasien stroke, ibu melahirkan, korban kecelakaan, hingga pasien thalasemia membutuhkan darah setiap hari. Jangan menunggu keluarga sendiri yang membutuhkan baru bergerak,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelayanan donor darah di UDD PMI Lampung berlangsung aman dan cepat, serta memiliki nilai kemanusiaan yang besar.

Sebagai dokter spesialis saraf, dr. Zam menyebut neurologi sebagai panggilan kemanusiaan. Menurutnya, bidang tersebut memberikan harapan bagi pasien dalam kondisi kritis.

“Saya memilih saraf karena ingin memberi harapan di saat-saat paling genting. Otak adalah pusat kendali kehidupan. Kompleks, tetapi setiap pasien yang membaik menjadi kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.

Ia turut menekankan pentingnya empati dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, empati dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

“Empati itu 3D: didengar, dimengerti, dan didampingi. Pasien yang merasa dipahami akan lebih patuh minum obat, sehingga risiko penyakit berulang bisa ditekan,” tegasnya.

Sementara itu, Apt. Andini Wahyuningtiyas membagikan pengalamannya sebagai apoteker yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia menilai peran tenaga kesehatan tidak hanya sebatas penyediaan obat, tetapi juga membangun harapan.

“Obat itu penting, tetapi harapan jauh lebih penting. Tugas kami bukan hanya meracik obat, tetapi memastikan masyarakat mau mengonsumsinya. Di situlah komunikasi menjadi kunci,” ujarnya.

Salwa Aulia menambahkan bahwa perempuan dapat tetap berdaya dengan mengandalkan keahlian yang dimiliki.

“Perempuan bisa tampil cantik, berkarier, dan tetap berkontribusi bagi masyarakat. Keahlian adalah kekuatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala RRI Bandar Lampung menyebut kolaborasi dengan UDD PMI sebagai wujud peran RRI sebagai media publik yang dekat dengan isu kemanusiaan dan pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan spesialis adalah aset kekuatan bagi Lampung,” demikian keterangan resminya.

Talk show “Perempuan Spesialis” juga dapat disaksikan kembali melalui siaran tunda di kanal YouTube RRI Bandar Lampung.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *