WAY KANAN GS – Masyarakat bersama jajaran Pemerintah Kecamatan (Porkopincam) Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, menggelar Shalat Istisqa di Lapangan Pendopo Kelurahan Blambangan Umpu, Selasa (15/9/2026).
Shalat yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah.
Kegiatan diikuti masyarakat Kelurahan Blambangan Umpu, jajaran Porkopincam, Lurah Blambangan Umpu beserta jajaran, serta para guru dan pelajar.
Shalat Istisqa kali ini mengusung tema “Memperbanyak Istighfar Memohon Rahmat Allah dan Bersama Menjaga Amanah Melestarikan Lingkungan.”
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian tata tertib pelaksanaan Shalat Istisqa, dilanjutkan pembacaan shalawat dan pelaksanaan salat. Bertindak sebagai imam Ustad Alfad, khatib Ustad Nurul Huda, doa dipimpin Ustad Nurul Huda, dan bilal Ustad Hilman.
Camat Blambangan Umpu, Akhmad Syapari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Shalat Istisqa merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan hujan dan keberkahan. Di tengah kondisi kemarau seperti sekarang, kita tetap berusaha secara lahiriah sekaligus memanjatkan doa,” ujar Syapari.
Menurutnya, kondisi kemarau juga perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak yang dapat muncul, termasuk kekeringan dan kebakaran lahan.
“Kita berharap hujan segera turun. Namun sembari berdoa, masyarakat juga harus tetap melakukan langkah nyata, seperti menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” katanya.
Sementara itu, Lurah Blambangan Umpu, Maliki, mengajak masyarakat menjaga suasana tetap kondusif serta memperkuat kepedulian antarwarga, terutama terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kondisi kekeringan.
“Dalam kondisi seperti ini, mari saling membantu. Kalau ada warga yang membutuhkan bantuan, komunikasikan dengan pemerintah kelurahan maupun pihak terkait agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Maliki juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di lahan terbuka dan area yang dipenuhi vegetasi kering.
“Kondisi kering membuat api lebih mudah merambat. Karena itu, kami kembali mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya.
Pelaksanaan Shalat Istisqa berlangsung khidmat. Masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai sekitar pukul 08.30 WIB.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah kecamatan, TNI dan Polri dalam menghadapi kondisi lingkungan yang terjadi saat ini.
Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib dan kondusif. Setelah seluruh rangkaian selesai, masyarakat kemudian meninggalkan lokasi. (Leh)




