Kopi Robusta Lampung Tembus Italia, Ekspor 57,6 Ton Senilai Rp3,51 Miliar

BANDAR LAMPUNG GS – Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi pelepasan ekspor kopi robusta Lampung ke pasar Italia yang dilakukan PT Sumber Kurnia Alam. Ekspor sebanyak 57,6 ton tersebut dinilai menjadi bukti bahwa komoditas unggulan Lampung mampu bersaing dan menembus pasar internasional.

Pelepasan ekspor berlangsung di Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026). Sebanyak tiga kontainer kopi robusta dikirim ke Italia dengan nilai ekspor mencapai sekitar US$198,32 ribu atau setara Rp3,51 miliar.

Sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Mohammad Zimmi Skil, S.E., M.M., yang hadir mewakili Pemprov Lampung.

Zimmi menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh jajaran PT Sumber Kurnia Alam serta berbagai pihak yang telah mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada pimpinan serta seluruh jajaran PT Sumber Kurnia Alam. Hari ini kita memberangkatkan komoditas kebanggaan Bumi Ruwa Jurai sebanyak 57,6 ton kopi robusta dengan nilai sekitar US$198,32 ribu atau setara Rp3,51 miliar ke pasar Italia,” ujar Zimmi.

Menurutnya, ekspor tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat perdagangan luar negeri Lampung sekaligus menunjukkan kualitas dan daya saing produk perkebunan daerah.

Italia, kata Zimmi, dikenal sebagai salah satu negara dengan industri dan budaya konsumsi kopi yang kuat. Masuknya kopi robusta Lampung ke pasar Italia menjadi indikator bahwa kualitas, cita rasa dan standar produk lokal mampu diterima di pasar global.

Pertumbuhan Ekonomi Lampung 5,29 Persen

Zimmi mengatakan, peningkatan ekspor sejalan dengan visi dan program prioritas pembangunan Lampung untuk mewujudkan perekonomian daerah yang inklusif, berdaya saing dan berbasis keunggulan lokal.

Menurutnya, aktivitas ekspor turut berkontribusi terhadap kinerja perekonomian daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tercatat sebesar 5,29 persen secara year on year pada triwulan II tahun 2026. Dengan pertumbuhan tersebut, Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera pada periode triwulan II tahun 2026,” jelasnya.

Ia menambahkan, kinerja ekspor Lampung juga menunjukkan tren positif. Sejumlah komoditas unggulan yang menopang ekspor daerah di antaranya kopi, produk turunan kelapa sawit, kakao, udang, produk olahan nanas serta berbagai komoditas pertanian lainnya.

Peningkatan ekspor tersebut turut memperkuat neraca perdagangan Lampung yang hingga kini terus mencatatkan surplus.

Dorong Perluasan Pasar Global

Zimmi menegaskan, peningkatan ekspor tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, kementerian/lembaga dan seluruh instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut hadir Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Mulyono Susilo, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Lampung Budi Ismulyanto, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Lampung drh. Doni Muhsirian, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi serta jajaran terkait.

“Untuk terus melaju, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan berkelanjutan dari seluruh stakeholder ekspor di Lampung, khususnya Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,” kata Zimmi.

Pemprov Lampung berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat melalui perluasan akses pasar, diplomasi perdagangan dan promosi produk unggulan Lampung di berbagai forum internasional.

Zimmi juga mengingatkan bahwa tantangan perdagangan global semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya tuntutan terhadap aspek keberlanjutan dan regulasi perdagangan di negara tujuan ekspor.

Karena itu, ekspor kopi robusta ke Italia diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pasar dan memperkuat daya saing komoditas Lampung.

“Momentum ekspor ini harus kita jadikan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas pasar dan memperkuat daya saing produk Lampung di tingkat global,” pungkasnya. (Arta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *