BANDAR LAMPUNG GS – Menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV 2027, PWI Lampung memasang target tinggi pada Lomba Karya Jurnalistik.
Dari 10 medali emas yang diperebutkan, kontingen Lampung membidik sedikitnya lima hingga tujuh medali emas. Bahkan, target maksimal untuk menyapu bersih seluruh medali emas juga dicanangkan.
Target tersebut disampaikan dalam seleksi Lomba Karya Jurnalistik Porwanas XV Lampung 2027 yang berlangsung di Aula PWI Lampung lantai III, Sabtu (29/8/2026).
Ketua Harian Porwanas Lampung, Supriadi Alfian, menegaskan Lomba Karya Jurnalistik menjadi salah satu cabang penting untuk mendongkrak peluang Lampung meraih gelar juara umum.
“Cabang jurnalistik ini adalah kunci untuk meraih gelar juara umum,” tegas Supriadi.
Pada Porwanas XV terdapat 13 cabang yang dipertandingkan. Rinciannya, 11 cabang olahraga, satu lomba karaoke, dan satu Lomba Karya Jurnalistik.
Khusus Lomba Karya Jurnalistik, terdapat 10 kategori yang terdiri atas lima kategori karya jurnalistik dan lima kategori fotografi.
Lima kategori karya jurnalistik yakni TV Porwanas, Features Porwanas, Features Wisata, Medsos Porwanas Instagram, dan Features Olahraga.
Sementara lima kategori fotografi meliputi Pembukaan Porwanas, Wisata Lampung, UMKM Lampung, Grand Final Porwanas, dan Ikon Lampung.
Supriadi menilai status sebagai tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri bagi Lampung, terutama untuk kategori yang berkaitan dengan potensi daerah.
Karena itu, proses seleksi akan dilakukan secara ketat untuk mendapatkan wartawan yang dinilai memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional.
Seleksi tidak berhenti pada tahapan awal. Para peserta juga akan mengikuti simulasi peliputan di sejumlah lokasi, termasuk destinasi wisata yang ada di Lampung.
Dalam simulasi tersebut, peserta akan diberi tugas untuk melakukan peliputan dan pengambilan foto. Hasil karya kemudian dinilai oleh tim juri internal.
“Simulasi bisa dilakukan dua atau tiga kali,” kata Supriadi.
Penanggung Jawab Lomba Karya Jurnalistik, Novi Balga, mengatakan proses seleksi akan dilakukan secara berkelanjutan. Pendaftaran peserta tetap dibuka hingga tim menemukan kandidat terbaik pada setiap kategori.
“Kita akan terus membuka sampai panitia atau tim karya jurnalistik benar-benar menemukan peserta yang paling tepat untuk dikirim ke Porwanas,” ujarnya.
Novi menjelaskan, setiap kategori nantinya diproyeksikan memiliki dua peserta. Skema tersebut menjadi bagian dari strategi seleksi sekaligus pembinaan sebelum menghadapi Porwanas XV 2027.
Peserta yang terpilih akan mendapatkan pendampingan dari Novi bersama Nulizar dan Romi.
Pengalaman pada Porwanas XIV di Kalimantan Selatan 2022 menjadi salah satu pijakan evaluasi. Saat itu, Lampung meraih tiga medali dari Lomba Karya Jurnalistik, yakni satu emas fotografi serta dua perunggu dari kategori features dan berita TV.
Kini, jumlah kategori bertambah menjadi 10. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi Lampung untuk meningkatkan perolehan medali.
Manajer Karya Jurnalistik PWI Lampung, Firmansyah Y. Alfian, bahkan mendorong target maksimal berupa sapu bersih 10 medali emas.
“Kalau kita memang butuh 10 medali emas untuk menjadi juara umum, maka 10 medali emas itu harus kita sapu bersih,” tegasnya.
Firmansyah menyebut sejumlah kategori yang dinilai memiliki peluang besar bagi kontingen tuan rumah, di antaranya Features Wisata Lampung, Fotografi Wisata Lampung, UMKM Lampung, dan Ikon Lampung.
“Ini wilayah kita, kita yang paling tahu,” ujarnya.
Untuk memperkuat persiapan, Firmansyah mendorong proses perekrutan peserta dilakukan melalui pimpinan media. Setiap media diharapkan dapat mengirimkan wartawan potensial untuk mengikuti tahapan seleksi.
Menurutnya, persiapan tidak cukup hanya dengan memilih peserta. Kemampuan para kandidat harus terus diasah melalui simulasi peliputan secara berkala sehingga kekuatan dan kekurangan masing-masing peserta dapat terukur sebelum pertandingan berlangsung.
Dengan 10 medali emas yang diperebutkan, PWI Lampung kini mulai membentuk skuad terbaik untuk Lomba Karya Jurnalistik Porwanas XV 2027.
Status sebagai tuan rumah diharapkan tidak hanya menjadi keuntungan dalam penyelenggaraan, tetapi juga menjadi modal bagi Lampung untuk mendominasi perolehan medali dan berkontribusi besar terhadap target juara umum.(*)





