TUBA GS – Video pengembalian Makanan Bergizi (MBG) yang viral di media sosial pada Rabu (4/03/2026) menuai perhatian publik. Pengembalian tersebut dilakukan oleh pihak Kampung Warga Indah Jaya karena dinilai tidak memenuhi standar gizi bagi anak sekolah dasar serta ibu hamil dan menyusui.
Kepala Kampung Warga Indah Jaya, Nyoman Jata, saat dikonfirmasi di lapangan membenarkan adanya pengembalian paket MBG kepada pihak SPPG terkait.
“Memang MBG tersebut kami kembalikan kepada pihak SPPG karena kami nilai tidak layak bergizi. Isinya hanya tahu, jambu kristal, dan orek kentang goreng dalam kemasan yang sangat kecil. Kami tidak menerima dan langsung mengembalikannya,” ujar Nyoman.
Ia menjelaskan, paket MBG tersebut diperuntukkan bagi siswa SD, PAUD, TK, serta ibu hamil dan menyusui di kampung tersebut. Namun karena dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan gizi sasaran penerima, seluruh paket dikembalikan.
Nyoman juga mengaku menerima berbagai respons setelah video tersebut viral. Ia menyebut adanya intimidasi dari pihak yang tidak dikenal.
“Saya mendapat komentar yang tidak jelas di media sosial dan intimidasi dari orang tak dikenal. Ada yang mengatakan saya akan dilaporkan oleh wali murid kepada aparat penegak hukum karena dianggap memperkeruh persoalan MBG tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengaku menerima banyak telepon yang memintanya untuk menghapus video yang telah diunggah. Bahkan, menurutnya, ada anggota DPR RI yang menghubunginya untuk meminta salinan video tersebut guna dilaporkan ke kementerian terkait.
“Banyak yang menelepon saya dan menyuruh menghapus video di media sosial. Ada juga anggota DPR RI yang meminta saya mengirimkan video itu untuk bahan laporan ke kementerian atas kejadian ini,” terangnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi resmi atas polemik tersebut. (Gus).





