BANDAR LAMPUNG GS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Brigade Infanteri 4 Marinir/Berdiri Sendiri (Brigif 4 Mar/BS) menyalurkan bantuan bagi korban gempa Myanmar.
Bantuan kemanusiaan sebagai wujud solidaritas berasal dari Pemprov Lampung, RSUD Abdul Moeloek, dan Sahabat Marinir.
Pemprov Lampung memberikan bantuan berupa Genset 2 unit, tenda keluarga 3 unit, selimut 160 buah, matras 150 buah, sembako 200 paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg, serta obat-obatan.
Brigif 4 Mar/BS menyerahkan bantuan beras sebanyak 1 ton. Sementara itu, Sahabat Marinir; Suhu Riki dan Dr Imam Ghazali, menyerahkan bantuan berupa terpal 100 buah, tikar 100 buah, tali tampar 100 buah, beras 1 ton, dan indomie 100 dus.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan stakeholder.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Myanmar,” ujar Mirza.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kepada Danbrigif 4 Marinir/BS Kolonel (Mar) Supriadi Tarigan di Posko Bantuan Kemanusiaan Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (2/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri Kapolresta Bandar Lampung, Kadis Sosial Provinsi Lampung, Kabid BPBD, perwakilan RS Abdul Moeloek, serta sejumlah pejabat terkait.
Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel (Mar) Supriadi Tarigan menegaskan bahwa pengiriman bantuan merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanganan bencana dan kemanusiaan.
“Kami bekerja sama dengan Pemprov Lampung dan berbagai pihak lainnya untuk mengumpulkan bantuan ini,” kata Supriadi.
Ia menyampaikan seluruh bantuan akan dikirim ke Jakarta, dan selanjutnya disalurkan ke Myanmar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung atas kepeduliannya,” ujar Supriadi.
Posko bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Myanmar di Tugu Adipura akan beroperasi selama tiga hari ke depan.
Presiden RI Prabowo Subianto rencananya akan memberangkatkan bantuan secara simbolis pada 3 April 2025, diikuti oleh Satgas Kemanusiaan Marinir dalam dua gelombang.
Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025 lalu.
Gempa ini telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan mengakibatkan ribuan kehilangan tempat tinggal. Korban sangat membutuhkan bantuan makanan, air bersih, dan tempat berlindung. (*)